"Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi umat Kristiani untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus sekaligus memperkuat persatuan lintas denominasi gereja," kata Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Tanjungkarang RD. Adrianus Satu Manggo dalam keterangannya di Bandarlampung, Selasa,
Ia mengatakan bahwa Natal merupakan peristiwa iman yang sangat mendasar bagi umat Kristiani. Menurut dia, umat Kristiani mengimani Allah sebagai Yang Maharahim yang senantiasa mengasihi manusia, meskipun manusia sering kali tidak setia dan jatuh dalam dosa.
"Kedosaan manusia sejak Adam dan Hawa menyebabkan manusia terpisah dari Allah. Namun Allah tidak pernah berhenti menawarkan keselamatan. Puncak karya keselamatan itu adalah kehadiran Allah sendiri dalam diri Yesus Kristus, yang lahir sederhana dan membawa sukacita besar bagi seluruh umat manusia,” ujar Romo Manggo.
Ia menegaskan bahwa perayaan Natal tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga harus diwartakan melalui karya nyata di tengah masyarakat. Natal, lanjutnya, menjadi panggilan untuk berpartisipasi mewujudkan keadilan sosial atas dasar kemanusiaan tanpa sekat primordialisme.
Romo Manggo mengatakan Perayaan Natal Oikoumene Provinsi Lampung Tahun 2025 mengusung tema nasional yang ditetapkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24).