Doa lintas agama Polda Lampung, wujud empati bagi korban bencana di Sumatera

 Kegiatan bertajuk “Harmoni Doa Lintas Agama dari Indonesia untuk Sumatera Bangkit” itu berlangsung di halaman Mapolresta Bandarlampung, Senin, dan diikuti ratusan warga dari berbagai latar belakang agama.

Doa bersama tersebut dihadiri para pemuka agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Suasana khidmat mewarnai jalannya kegiatan saat doa dipanjatkan secara bergantian lintas keyakinan.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan doa lintas agama ini merupakan ikhtiar batin dan spiritual seluruh elemen masyarakat Lampung untuk keselamatan dan kebangkitan para korban bencana.

“Pada hari ini kita berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk melaksanakan doa lintas agama sebagai bentuk empati dan duka cita yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Helfi.

Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan persatuan yang menjadi fondasi bangsa Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.

Menurut Helfi, harmoni antarumat beragama menjadi kekuatan sosial yang penting untuk terus dijaga, terutama di tengah situasi krisis dan kebencanaan.

“Kegiatan doa lintas agama ini memiliki makna yang sangat mendalam sebagai ikhtiar batin untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan, khususnya menjelang tahun yang akan datang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyinggung sejumlah bencana alam yang terjadi di Pulau Sumatera dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari banjir hingga tanah longsor, yang mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

“Atas nama Polda Lampung, saya menyampaikan empati dan duka cita yang mendalam. Semoga para korban diberikan kekuatan, ketabahan, serta kemudahan dalam proses pemulihan,” kata Helfi.

Menghadapi potensi bencana, terutama pada masa libur Natal dan Tahun Baru, ia menyatakan Polda Lampung bersama unsur Forkopimda, TNI, dan pemerintah daerah terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemetaan wilayah rawan bencana dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Kapolda juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi resmi pemerintah, serta tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memicu kepanikan.

Menjelang pergantian tahun, ia mengajak masyarakat merayakan malam tahun baru secara sederhana dan bermakna, tanpa euforia berlebihan yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan.

Doa lintas agama tersebut diharapkan menjadi momentum refleksi akhir tahun sekaligus mempererat persaudaraan dan komitmen bersama dalam menjaga nilai kemanusiaan dan kedamaian.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama